Alumni LPDP Ajak Siswa Minsa Bercita Tinggi dan Melakukan Gerakan Tobat Plastik

Ada yang berbeda pada suasana pembelajaran di MIN 1 Pekanbaru pada hari Jum’at 22 Februari 2019.  Alumni penerima beasiswa atau awardee LPDP (Lembaga Pengelola Keuangan Pendidikan) yang tergabung dalam komunitas Mata Garuda mengadakan kegiatan massive action di MIN 1 Pekanbaru.   Kegiatan ini serentak di 27 provinsi di Indonesia dengan tema “Kami Kembali Mengabdi untuk Negeri.”  Bertempat di aula MIN 1, lebih dari 500 siswa kelas 4, 5 dan 6 tampak begitu antusias untuk mengikuti acara hingga selesai.

Kepala Madrasah MIN 1 Pekanbaru Fitrisma Rais, M. Pd menyambut baik diadakannya kegiatan ini.  “Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi siswa sehingga muncul pembiasaan-pembiasaan baik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.”

Tujuan diselengarakan kegiatan ini LPDP berkeinginan memberikan kontribusi  untuk masyarakat dengan memberikan edukasi kepada aset masa depan Indonesia sejak usia dini.

Kegiatan ini terbagi menjadi tiga sesi, pengenalan profesi,  gerakan tobat plastik dan hidup sehat dan hemat.   Dengan menggandeng Komunitas Turun Tangan yang diketuai oleh M Afdalul Ihsan,   gerakan tobat plastik ini memberikan edukasi tentang cinta lingkungan sejak dini.

Ketua Mata Garuda Adi Putra Pradana, ST, MSc, PMP menyatakan sangat senang dengan antusiasme siswa MIN 1 Pekanbaru.
“Alhamdulillah mendapat sambutan yang sangat baik dari MIN 1 Pekanbaru. Sebagai salah satu SD  favorit kita melihat antusiasme siswa yang tinggi.  Saya sangat kagum terutama dalam ketertiban dan semangatnya.”

Pria bergelar master dari Inggris ini  mengatakan  yang penting dalam diri anak zaman ‘now’ mereka memiliki self esteem yang tinggi.  “Dalam arti kata saat kita ajak mereka berkolaborasi malahan kita kelimpungan menahan mereka.  Ini berarti anak sekarang ini sudah berani mengekspresikan diri”

Dan yang terpenting juga dari kegiatan ini mereka bisa mengenal ragam profesi. “Kami berharap dari awal mereka tahu jenjang-jenjang pendidikan hingga mereka bisa merencanakan masa depan mereka. Kembali kepada niat awal mereka. Bagi yang concern mengobati orang sakit mereka bisa jadi dokter, perawat dan apoteker.   Siswa juga diajak bermimpi besar menjadi presiden dan menuliskan harapannya bila menjadi presiden.”
Di akhir wawancara ia menyampaikan,  “Alhamdulillah kegiatan ini lebih dari expectasi. Acara ini tidak hanya kami yang menggerakkan tetapi audience atau siswa  yang menggerakkan. Merekalah  yang memberikan spirit sehingga acara ini berlangsung sukses.”

You might also like More from author